Jubir Timses Mantu Jokowi Diangkat Jadi Komisaris Anak BUMN

By

Jubir Timses Mantu Jokowi Diangkat Jadi Komisaris Anak BUMN

Jubir Timses Mantu Jokowi Diangkat Jadi Komisaris Anak BUMN

Juru Bicara Tim Pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilkada Medan, Sugiat Santoso diangkat jadi Komisaris Independen PT Prima Multi Terminal yang merupakan anak perusahaan BUMN paduan Pelindo 1, Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan.

Saat dihubungi, Sugiat mengakui dirinya udah diangkat dan udah bekerja sebagai komisaris independen.

“Benar, jadi merasa Desember ini saya segera bekerja di Kuala Tanjung,” kata Sugiat Santoso yang termasuk menjabat Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut itu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/12).

Sugiat menjelaskan sistem pengangkatannya sebagai Komisaris Independen berawal berasal dari usulan Menteri BUMN Erick Thohir.

Kemudian Pelindo 1, Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS). Hingga kemudian, Sugiat ditetapkan jadi komisaris independen.

“Pertama usulannya berasal dari Pak Erick Thohir,” kata Sugiat.

“Lalu PT Prima itukan paduan berasal dari tiga BUMN, Pelindo 1, Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan. Lalu RUPS lah mereka kan, ya udah disetujui RUPS,” sambungnya.

Mengemban jabatan komisaris independen, Sugiat bertekad menaikkan kinerja PT Prima Multi Terminal. Terlebih, perusahaan selanjutnya sepanjang ini mengelola pelabuhan di Kuala tanjung yang strategis bagi perindustrian.

“Komisaris kan fungsinya cuma memberi anjuran atau masukan perihal bersama dengan bagaimana menaikkan kinerja anak perusahaan BUMN. Kita pastilah semaksimal kemungkinan menguat kan posisi direksi untuk mensukseskan kinerjanya,” imbuhnya.

Pada Pilkada Kota Medan 2020 lalu, Sugiat merupakan anggota berasal dari tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Bobby sendiri adalah menantu Presiden Jokowi.

Sugiat, bersama dengan Bobby-Aulia, melawan pasangan calon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang diusung Partai Demokrat dan PKS. Berdasarkan perhitungan KPU, Bobby-Aulia dinyatakan meraih nada lebih besar.

Bobby Nasution-Aulia Rachman meraih 393.327 nada atau 53,45 persen, saat Akhyar-Salman cuma meraih 342.580 nada atau 46,55 persen.

Sejauh ini, Akhyar-Salman menduga berjalan banyak kecurangan dan pelanggaran. Oleh dikarenakan itu, mereka mengajukan gugatan sengketa Pilkada Kota Medan ke Mahkamah Konstitusi.